Bermalam di Pulau Merak Besar

Helloo brosis,,

Hayo liburan kemarin pada kemana,,?? Pasti ada yg touring, trip ke luar kota, luar pulau atau ada juga yg istirahat aja di rumah,? πŸ˜€

Kebetulan liburan kemarin 16-17 Agustus liburan saya gak sampe pergi2 keluar kota nih, saya bareng temen2 saya Azrul & Hafid berlibur di sebuah pulau di seberang pelabuhan Merak, Banten.. Yaakk,, kita main2 ke Pulau Merak Besar yg luas areanya kecil πŸ˜†Β  Kok disebut Pulau Merak Besar mas,? Soalnya gak jauh dari dermaga ada juga Pulau yg lebih kecil yg dinamai Pulau Merak Kecil..

Pulau ini letaknya ada di sebelah barat Pelabuhan Merak, dan bisa kunjungi menggunakan kapal lewat dermaga kecil di belakang kantor Polsek Merak, tepatnya tidak jauh sebelum pelabuhan.. Perjalanan dengan kapal cuma 10an menit saja. Oiyah jangan lupa siapkan perbekalan yak sebelum nyeberang kesini, soalnya di pulau gak ada yg jualan, sama sekali.. Lha wong penduduknya aja gak ada, siapa yg mau jualan πŸ˜†

Dermaga di belakang Polsek Merak

Dermaga di belakang Polsek Merak, terlihat juga Pulau Merak Kecil disana

Kami sampai disini sore hari, sekitar jam 4an karena memang planning kami akan bermalam di pulau, makanya kami datang sore hari.. Langsung jalan2 menyusuri pulau untuk mencari spot terbaik untuk menikmati sunset. Sore itu cukup ramai juga pengunjung yg datang, tentunya mereka gak bermalam di pulau dan kembali ke daratan sore harinya..

Nyebrang3 Pulau9

Sekitar 15 menit berjalan akhirnya sampai di spot yg kami tuju, disini terdapat tebing batu yg apik ditambah bebatuan pantai yg juga terlihat cantik.. Hanya kami bertiga di tebing ini, seolah punya pantai pribadi dah πŸ˜€

Pulau4 Pulau3

Setelah matahari tenggelam kamipun mencari tempat yg nyaman untuk makan, yak kami sudah bawa ikan dengan berat hampir 2 kg yg sudah siap untuk kami siksa, dan ikan pun dibakar dan habis dalam sekejap..

Sunset1 Bakar ikan

Setelah puas makan malam kami pindah tempat untuk bermalam dengan pertimbangan arus pasang laut di malam hari, sampai di satu tepi pantai ternyata ada tiga orang pemancing yg jugaΒ  sedang bermalam di pulau.. akhirnya kami bermalam bersama pemancing tersebut dan berbagi api unggun untuk menghangatkan badan,. dari pulau bisa kita liat banyak kapal2 nelayan yg sedang mencari ikan atau cumi2, juga terangnya lampu2 bagan yg banyak terdapat di daerah sini, ngobrol ngalor ngidul serta berbagi makanan dan minuman pun membuat malam tak terasa panjang., sampai saya dan Azrul memutuskan untuk membungkus diri dengan sleeping bag πŸ˜€

pemancing

bersama para pemancing

Tenang, karena pantai disini tidak banyak sampah jadi gak banyak juga nyamuk yg berkeliaran disini, udaranya pun cenderung hangat,. Pagi hari kami dibangunkan oleh klakson kapal yg tentunya berkali lipat lebih menggelegar dibanding sirine atau toa yg sering kita dengar di jalanan πŸ˜† pemancing yg semalam bersama kami pun sudah pulang duluan sedari subuh, setelah sarapan dan ngopi kita balik lagi jalan menyusuri pantai, mencari spot yg enak untuk main air πŸ˜€

Nyebur1 Nyebur3

Meskipun lokasinya tidak jauh dari pelabuhan, air di pantai ini masih relatif jernih, jadi nyaman2 aja berenang disini, dan karena masih hanya kami bertiga yg berada di pulau itu, lagi2 kami menikmati pantai pribadi kami πŸ˜† puas ‘mandi’ pagi, kami beberes kembali ke dermaga menunggu kapal jemputan kami datang, tentunya sambil udud dan ngopi.. hehe πŸ˜€

Nyebrang5 Nyebrang4

Nah, kalo ada yg mau main kesini jangan lupa minta nomor hp mamang kapal nya biar gampang kalo pas mau pulangnya, murah kok cuma 25ribu perorang untuk bolak balik.. dan juga jaga kebersihan yah, udah disediakan beberapa tong sampah di sepanjang pantai, jangan asal buang sembarangan yak sampah2 nya.. Oiyah di pulau ini gak ada penduduknya, penghuni tetap disini adalah kawanan monyet yg tinggal di dalam hutan pulau dan mereka sering main2 ke pantai juga.. Awasi barang bawaan, jangan sampai diambil dan dibuat mainan sama mereka yak. πŸ˜€

Oke brosis, see you next time yah.. Salam nganu πŸ™‚

Pulau8Β narsis2

Nyebrang5 Nyebrang4

narsis3 ayunan1

My Lovely Nokia Lumia 630

Hii brosis,,

Reblog review smartphone dari someone nih,, semoga menganu πŸ˜€

setiabunda

image

Berbagi cerita tentang pengalaman saya menggunakan Smartphone keluran Nokia tahun 2014 lalu, tepatnya bulan April. Saya mulai menggunakan smartphone ini mulai bulan Juli 2014, berarti udah setahunan saya setia dengan Windows Phone yang satu ini. Sebelumnya saya sering gonta ganti handphone dimulai dari penasarannya saya dengan satu smartphone yang sempat sangat booming dengan aplikasi messengernya. Saya sempat menjajal 3 type Blackberry, lalu muncul Android saya mecoba keluaran Sony dan Samsung sampai tibalah seseorang merekomendasikan Widows Phone. Karena pada saat itu keluaran terbarunya adalah Lumia 630, jadilah smartphone ini pilihan hati saya πŸ˜€

Cukup banyak alasan saya bisa bertahan dengan smartphone ini..yuk saya ceritain..

UkuranΒ 4,5β€³ dengan ketebalan yang cukup pas ditangan Β dan enak dikantongin bikin saya gak ribet bawa pouch atau dompet ala-ala wanita masa kini. Corning Gorilla Glass yang dipilihkan sebagai proteksi, bisa dibilang cukup memuaskan. Gak butuh tambahan screen protector, layar gak ada goresan sampai saat ini, padahal saya…

View original post 522 more words

Homecoming #1

Hello brosis,..

Maaf nih telat update blog, soalnya anu di kampung saya gak memungkinkan buat posting artikel πŸ˜€Β  btw saya mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir & bathin ya brosis semua πŸ™‚

Oke, melanjutkan artikel saya yg lalu yuukk-siap-siap-mudik sekarang saya mau share dikit tentang perjalanan mudik kemarin, dimana untuk pertama kalinya saya riding sendirian pulang pergi ke kampung halaman πŸ™„

Perjalanan mudik saya mulaiΒ pagi hari sekali tepatnya jam2 pagi tanggal 12 Juli lalu, menempuh rute standar Jkt – Bogor – Cianjur – dst., Jalanan masih sangat lengang jadi tidak perlu membuang waktu untuk sampai melewati kota Bandung, Saya tidak mematok waktu perjalanan, mengingat saya riding sendiri saja dan tidak perlu menunggu atau mengejar rombongan spt perjalanan mudik tahun lalu,,

Alhamdulillah, jalanan masih lancar

Alhamdulillah, jalanan masih lancar

Dan akhirnya saya tiba di Kutoarjo jam 3 sore langsung kontak temen saya yg sudah lebih dulu sampai di kampung halamannya di Wonosobo yakni si Ahmad πŸ˜†Β Β Β Β  Malam itu saya menginap di rumah Ahmad untuk kedua kalinya setelah sebelumnya mudik tahun lalu saya juga mampir istirahat di rumah doi, sekalian besok pagi mau silaturahmi juga dengan rekan saya yg rumahnya masih berdekatan dengan rumah Ahmad.

lucunya dek daffa :D

lucunya dek daffa πŸ˜€

masih adem banget nih daerah sini.. :?

masih adem banget nih daerah sini.. πŸ˜•

Pagi harinya kita iseng2 riding ke tengah sawah gak ada kerjaan bgt yak yaa kita mah gitu orangnya πŸ˜€ dan sampai di satu jalur petaka pun terjadi.. gubrakk… Miro nyemplung ke sawah, saya dan ahmad pun ketawa2 sedih gegara ini πŸ˜†

gabrukk.. :lol:

dan dudukan spion kanan miro pun patah πŸ˜†

Setelah kembali ke rumah Ahmad dan beberes kami pun memutuskan untuk riding ke Kebumen mencari lokasi pantai Menganti yg membuat kami penasaran setelah melihat panorama pantai tersebut terlihat indah dipamerkan di media sosial, riding dengan motor masing2 lewat Kutoarjo lalu ambil Jalan Dandels di pesisir Selatan pulau Jawa, perut kami terasa mules & ampek karena jalan aspal yg tidak rata dan penuh tambalan kami lalui dengan kecepatan rata2 80 kpj dengan waktu kurang lebih 2,5 jam, menganu sekali 😐

tarik napas dulu bro..

tarik napas dulu bro..

Ikuti saja jalur menuju ke arah Cilacap, dan ikuti plang ke arah Pantai Suwuk. Setelah ketemu pantai Suwuk masih lurus sekitar setengah jam lagi sebelum sampai ke pantai Menganti. Jalan menuju kesini gak terlalu lebar, dimana lebarnya hanya cukup untuk satu mobil dan satu motor saja. Nah nanti bakal ketemu pertigaan bila lurus terus kita tembus ke pantai Ayah dan Cilacap bila ke kiri akan ada tulisan di dinding seperti gambar di bawah ini,, nah kita ambil ke kiri..

20150713_111635 IMG-20150727-WA0005

Dari sini pantai Menganti masih 15 menit lagi, dan…. taraaaaa…… :mrgreen:Β  sampailah kita di pantai tsb dimana kondisi tidak terlalu ramai, mengingat masih bulan puasa..Β  Untuk tarif masuknya cukup 7rb rupiah saja sudah termasuk biaya parkir kok. Silahkan anda explore sepuasnya dan secapeknya anda saja deh setiap sisi dari pantai ini..Β  πŸ˜€

piye perasaanmu.. :D

piye perasaanmu.. πŸ˜€

20150713_121428

abaikan orangnya, liat view disebaliknya saja :p

abaikan orangnya, liat view disebaliknya saja πŸ˜›

View disini mengingatkan kami pada pantai Rancabuaya yg sudah kami sambangi beberapa bulan lalu di Garut, bener2 mirip brosis,, Nah di satu sisi pantai ini ada bukit yg langsung menghadap ke pantai dan banyak saung2 yg disewakan oleh pengelola sehingga pengunjung bisa berisitirahat sambil memandangi luasnya Samudra Selatan,, oiyah kalo cuaca sedang cerah pulau Nusa Kambangan pun bisa terlihat dari sini..

WP_20150713_018

tulisan ini ambigu sekali πŸ˜†

20150713_124930

Sebenarnya masih banyak pantai di sepanjang jalur ini yg masih belum kami kunjungi, namun mengingat saya harus pulang ke kampung halaman maka kami memutuskan balik kanan untuk kembali ke rumah masing2.. Kami pisah jalur di pertigaan Grabag, Ahmad belok kiri menuju Kutoarjo dan saya lurus ke arah Bantul meneruskan perjalanan saya menuju kampung halaman yg masih berjarak 5 jam perjalanan..Β Β Β Β  And finally I’m Home…. Β  πŸ™‚

:)

πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚